Responsive Banner design
Home » » MANTRA, DOA SEBUAH AUTOSUGESTI

MANTRA, DOA SEBUAH AUTOSUGESTI

Posisi mantra atau bacaan tertentu dalam mempelajari ilmu metafisika adalah “alat bantu” dan bukan satu-satunya sumber kekuatan. Dalam bahasa yang lebih sederhana, “katamu adalah doamu”. Artinya, ucapan lisan yang terprogram adalah kekuatan insaniyah yang dapat menghasilkan kekuatan Ilahiyah. Ini identik dengan auosugesti.

Jika hipnotis modern lebih tertumpu pada verbal (kata-kata) yang harus dipahami oleh subjek (pihak yang dihipnotis), Hipnotis tradisional mempengaruhi subjek melalui energi batin yang memancar dari badan halus manusia.

Saya sering diundang dalam sebuah seminar atau pelatihan hipnotis untuk membahas hipnotis tradisional atau gendam. Informasi tentang “hipnotis magis” itu banyak mengusik kalangan ilmuwan. Kepada yang meragukan keberadaan unsur magis itu, saya menceritakan anak kecil (balita) di desa-desa yang ingin dijauhkan dari puting susu Ibunya, lalu digunakan jasa “orang pintar”. Metodenya cukup memberikan makanan atau minuman yang sudah diberi energi. Maka anak itu tiba-tiba mogok menyusu, karena takut saat melihat puting susu Ibunya.

Pertanyaannya adalah, kenapa anak itu tiba-tiba tidak mau menyusu? Padahal ia tidak diinduksi secara verbal (bujukan) sebagaimana teknik hipnotis modern. Nah, jika hanya dengan “tiupan” saja dapat mempengaruhi prilaku secara tiba-tiba, ini menunjukkan bahwa energi supranatural itu benar-benar ada. Nah, kenapa harus dipungkiri?

Walau gendam berkonotasi negatif, hakikatnya gendam itu adalah ilmu yang netral (bebas nilai). Gendam tidak ilmu hitam. Posisinya seperti sirep, yang semula diciptakan untuk menidurkan bayi rewel agar tertidur, namun ketika sirep itu dipegang orang jahat, lalu digunakan untuk menidurkan calon korban. Dalam kasus ini, ilmunya tidak salah. Yang salah adalah pemegang ilmunya.

Ilmu sejenis gendam, yang berfungsi untuk menggagalkan niat jahat, di Jawa disebut Aji Prembanyu. Sedangkan gendam itu sendiri lebih fokus pada ilmu meluluhkan dan melembutkan hati untuk tujuan komunikasi.

Tentang konsepnya, sangat beragam. Ada yang dengan melakukan kungkum dengan membaca mantra tertentu, puasa, membaca bacaan yang mengandung kekuatan gaib, ada juga yang lebih religius bersandar pada kaidah : Dengan menyebut asma Tuhan (asma al-husna) engkau dapat “menyerap” sifatsifat- Nya. Tuhan memiliki nama-nama indah, Maha Lembut, Maha Menundukkan, Maha Perkasa, Maka Kuasa, Naha Perkasa, dll. Maka, kita dapat memohon kelembutan, daya penunduk dan lain-lain, melalui banyak menyebut nama-nama-Nya.

0 comments:

Post a Comment

Mahadewa Hypnosis Indonesia. Powered by Blogger.
Terimakasi Sudah Meluangkan Waktu Anda Untuk Berkunjung Diblog saya,
Semoga Artikel Yang saya Berikan Ini Bermanfaat Untuk anda,
Blog Ini saya Update Setiap Hari Senin Dan Kamis,
Pantau Terus ya Perkembangan Blog ini,,

Salam Gendam Indonesia

Kontak Kami

Sms/Wa : 085540103226

Alamat : Pajimatan Rt03 Girirejo Imogiri Bantul Yogyakarta




Search This Blog

Blog Archive